Diamond SX-200
Diamond SX-200 adalah alat pengukur daya (Power) dan SWR yang sangat mudah digunakan. Alat ini dipasang di antara pemancar radio dan antena untuk memastikan sistem komunikasi anda bekerja dengan baik. Dengan pemakaian yang sederhana, anda dapat memantau kekuatan pancaran dan kecocokan antena secara langsung tanpa pengaturan yang rumit.
Fitur-Fitur Diamond SX-200
Meter (Indikator Pengukuran)
Meter di Diamond SX-200 berfungsi untuk menampilkan beberapa pengaturan penting di sistem transmisi radio, yaitu: daya frekuensi maju, daya frekuensi pantul (reflected power), dan nilai SWR. Skala paling atas digunakan untuk pembacaan SWR di dua kategori daya, yaitu: daya rendah (L) dan daya tinggi (H).
Skala SWR untuk daya rendah digunakan ketika daya frekuensi berada di bawah 5 watt. Sedangkan skala daya tinggi digunakan ketika daya frekuensi melebihi 5 watt. Selain itu, terdapat skala kedua dan ketiga yang digunakan untuk pengukuran daya frekuensi dengan rentang skala penuh sebesar 5 watt, 20 watt, dan 200 watt.
Sakelar Rentang Daya
Range switch atau sakelar rentang daya berfungsi untuk memilih rentang skala penuh di pengukuran daya frekuensi. Melalui sakelar ini, anda dapat menentukan batas pengukuran antara 5 watt, 20 watt atau 200 watt. Pemilihan rentang yang tepat membantu menghasilkan pembacaan yang lebih akurat serta mempermudah pemantauan daya pancar dari radio yang digunakan.
Function Switch (Sakelar Fungsi)
Function switch atau sakelar fungsi digunakan untuk menentukan jenis pengukuran yang akan dilakukan oleh perangkat. Anda dapat memilih antara mode pengukuran daya frekuensi atau pengukuran SWR dari Diamond ini. Dengan adanya sakelar ini, proses pergantian fungsi pengukuran menjadi lebih praktis sehingga operator dapat memantau kondisi sistem transmisi dengan lebih efisien.
Calibration Knob (Knob Kalibrasi)
Calibration knob atau knob kalibrasi berfungsi untuk melakukan proses kalibrasi saat pengukuran SWR. Knob ini digunakan untuk menyesuaikan pembacaan daya frekuensi hingga mencapai skala penuh sesuai dengan daya pancar yang sedang digunakan. Saat pemancar aktif, nilai pembacaan di meter akan meningkat ketika knob diputar searah jarum jam. Penyesuaian ini memastikan hasil pengukuran SWR dapat dibaca dengan lebih tepat.

Power Direction Switch (Sakelar Arah Daya)
Power direction switch atau sakelar arah daya digunakan untuk memilih arah pengukuran daya frekuensi. Melalui sakelar ini, anda dapat menentukan apakah SWR akan menampilkan daya maju atau daya pantul. Fungsi ini sangat penting untuk menganalisis efisiensi sistem antena dan memastikan bahwa energi frekuensi yang dipancarkan dapat disalurkan secara optimal.
Average/PEP Monitor Switch (Sakelar Monitor Average dan PEP)
Sakelar ini digunakan untuk menentukan jenis pembacaan daya frekuensi yang ingin ditampilkan di meter. Di pengukuran daya frekuensi biasa, sakelar diatur di posisi rata-rata untuk menampilkan nilai daya rata-rata.
Namun di mode SSB, sakelar dapat dipindahkan ke posisi PEP untuk menampilkan nilai Peak Envelope Power. Fitur ini mempermudah pemantauan daya puncak secara lebih akurat saat menggunakan modulasi SSB.
Meter Zero Adjustment Screw (Sekrup Pengatur Nol Meter)
Meter zero adjustment screw digunakan untuk mengatur posisi jarum indikator agar kembali tepat di posisi nol ketika perangkat tidak digunakan. Apabila jarum indikator bergeser dari posisi nol, pengaturan dapat dilakukan dengan menggunakan obeng hingga jarum kembali berada di posisi yang benar.
Konektor Input dari Radio
Port radio berfungsi sebagai jalur masuk daya frekuensi dari radio. Sambungan SWR Meter ini menggunakan kabel koaksial berimpedansi 50 ohm yang dilengkapi konektor tipe UHF. Dengan konektor ini, sinyal frekunesi dari pemancar dialirkan ke meter untuk diukur sebelum diteruskan ke antena.
Antena (Konektor Output ke Antena)
Port antena berfungsi sebagai jalur keluaran daya frekuensi menuju antena atau dummy load. Sambungan dilakukan menggunakan kabel koaksial 50 ohm dengan konektor UHF. Dengan pengaturan ini, meter dapat memantau daya yang diteruskan ke antena sekaligus mengukur daya yang dipantulkan kembali dari sistem antena.
13.8 VDC
Terakhir, konektor 13.8 VDC digunakan sebagai sumber daya untuk menyalakan lampu penerangan meter serta tampilan LED. Rentang tegangan DC yang dapat digunakan berada antara 11-15 volt.
Di proses penyambungan, kabel merah digunakan sebagai kutub positif dan kabel hitam sebagai kutub negatif. Sumber daya ini tidak memengaruhi fungsi pengukuran sehingga perangkat tetap dapat digunakan untuk mengukur daya dan SWR meskipun tidak terhubung ke sumber listrik.
Spesifikasi Diamond SX-200
| Meter Frequency Range | 1.8-200 MHz |
| Minimum Power Range | 5 W |
| Middle Power Range | 20 W |
| Maximum Power Range | 200 W |
| Meter Style | Sweep Needle |
| Meter Illumination | Yes |
| Peak Power Readout | Yes |
| Peak Hold | No |
| Built-In Frequency Counter | No |
| Meter RF Connector Type | UHF-Female, SO-239 |
| DC Power Required | No |
| External Power Input Voltage | 12 VDC |
| SWR/Wattmeter Width | 6.00 in |
| SWR/Wattmeter Height | 2.00 in |
| SWR/Wattmeter Depth | 4.00 in |
| SWR/Wattmeter Weight | 2.00 lbs |



Novi Wahyu (verified owner) –
Pengiriman di expedisi yang lama, tapi tetap dibantu oleh Rakomindo
Denny Rizal –
barang mantap sesuai dan berfungsi dengan baik thq rakomindo
Fandi Isnanto –
sampe dengan selamat, semoga awet
Edward –
Pengirimannya aman dan rapi. alatnya original dan kualitasnya sngt bagus. Thanks
Bayu Kurniawan –
penjual sangat tanggap dan membantu saya di cara memakai swr ini
Ian Sopian –
alatnya sangat membantu untuk mengukur swr dan power
Automated User –
Auto-generated review