Mengenal Jenis-Jenis Antena HT (Handy Talky)

Handy talky atau HT merupakan perangkat radio komunikasi yang mengandalkan sistem pemancaran gelombang elektromagnetik. Di sistem tersebut, antena berperan sebagai penghubung antara perangkat elektronik dan ruang propagasi sinyal.

Tanpa antena yang sesuai, HT tidak akan bekerja secara optimal meskipun spesifikasi perangkat tergolong tinggi. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai jenis-jenis antena HT menjadi aspek fundamental di sistem radio komunikasi.

Dalam praktik profesional, antena tidak hanya menentukan jarak, tetapi juga kestabilan suara. Banyak kegagalan komunikasi lapangan justru disebabkan pemilihan antena yang tidak tepat sejak awal.

Fungsi dan Prinsip Dasar Antena HT

Antena pada perangkat HT berperan sebagai transduser yang mengubah energi listrik menjadi gelombang elektromagnetik. Proses konversi energi ini terjadi ketika sinyal listrik berfrekuensi tinggi dari pemancar dialirkan ke dalam konduktor antena.

Gelombang elektromagnetik yang terbentuk kemudian merambat sesuai dengan frekuensi pemakaian. Di  sisi penerima, proses sebaliknya terjadi dimana gelombang yang ditangkap diubah kembali menjadi sinyal listrik. Efisiensi dari proses transformasi dua arah ini sangat menentukan kualitas komunikasi yang terjalin antara dua perangkat radio.

Kinerja sebuah antena sangat dipengaruhi oleh kesesuaian panjang dengan panjang gelombang sinyal yang digunakan. Hubungan ini merupakan penerapan dari hukum fisika elektromagnetik yang dirumuskan oleh James Clerk Maxwell. Sebuah antena yang diatur dengan tepat untuk frekuensi target akan memiliki SWR (Standing Wave Ratio) yang rendah.

Nilai SWR yang rendah, idealnya di bawah 1.5:1 menunjukkan bahwa hampir seluruh energi dari radio berhasil dipancarkan ke udara. Sebaliknya, ketidaksesuaian akan menyebabkan refleksi energi yang tidak hanya mengurangi jangkauan tetapi juga berpotensi merusak final stage pemancar radio.

Hal-Hal yang Mempengaruhi Performa Antena HT

Beberapa tolak ukur harus dipahami untuk mengevaluasi sebuah antena adalah sebagai berikut:

Gain

Indikator pertama adalah penguatan atau gain yang diukur dalam satuan dBi (desibel isotropic). Gain secara sederhana menggambarkan seberapa efektif antena memusatkan energi radiasi ke suatu arah tertentu dibandingkan dengan radiator isotropik sempurna.  Perlu dicatat bahwa gain tinggi tidak selalu menciptakan energi lebih besar, melainkan mendistribusikan energi yang ada dengan pola yang lebih terfokus.

Pola Radiasi

Indikator kedua adalah pola radiasi yang merupakan gambaran tiga dimensi bagaimana energi antena terpancar ke segala arah. Pola radiasi ini dapat berbentuk omnidirectional (semua arah) atau directional (satu arah utama). Antena HT portabel umumnya dibuat dengan pola omnidirectional untuk mempermudah komunikasi tanpa harus mengarahkan perangkat.

Bandwidth

Bandwidth adalah indikator ketiga yang menunjukkan rentang frekuensi di mana antena dapat beroperasi dengan karakteristik yang masih dapat diterima. Impedansi biasanya 50 ohm untuk perangkat komersial juga harus sesuai antara antena dan radio untuk memaksimalkan transfer daya.

Pengaruh Lingkungan dan Bidang Pantul

Satu aspek yang sering luput dari perhatian pengguna HT adalah peran lingkungan sekitar sebagai bagian dari sistem antena. Konsep bidang pantul atau bidang tanah adalah elemen yang melengkapi sirkuit radiasi antena monopole seperti kebanyakan antena HT.

Secara ideal, antena membutuhkan bidang konduktif untuk memantulkan gelombang dan membentuk pola radiasi yang lengkap. Di HT, tubuh pengguna sering kali berfungsi sebagai bidang pantulan yang kurang sempurna sehingga mempengaruhi pola pancar.

Pegangan pengguna, posisi radio relatif terhadap tubuh, dan bahkan benda logam di dekatnya, seperti: kendaraan atau struktur bangunan dapat mengubah karakteristik antena.

Beberapa jenis-jenis Antena HT yang dapat diketahui dari bentuk dan ukuran yang berpengaruh terhadap performa HT.

Jenis-Jenis Antena HT Berdasarkan Model dan Struktur

Pasar antena HT menghadirkan berbagai pilihan bentuk dan desain, masing-masing dengan filosofi rekayasa dan tujuan aplikasi yang berbeda. Perbedaan desain ini langsung berdampak pada karakteristik radiasi dan kemudahan pemakaian. Dari antena yang paling umum hingga khusus, setiap jenis antena memiliki pertimbangan teknis tersendiri.

Antena Stubby (Rubber Duck)

Antena Stubby sering disebut Rubber Duck atau antena karet yang merupakan perlengkapan standar yang hampir ada di setiap pembelian HT baru. Bagian antena ini terdiri dari kawat konduktor yang dililitkan secara internal di dalam selubung plastik atau karet. Material fleksibel ini memberikan keunggulan tahan bengkokan dan benturan sehari-hari. Pola radiasinya dibuat omnidirectional untuk mempermudah komunikasi tanpa perlu orientasi khusus dari pengguna.

Namun, antena stubby pabrikan sering kali mengorbankan efisiensi untuk mencapai ukuran yang praktis dan biaya produksi yang rendah. Efisiensinya yang relatif rendah (biasanya berkisar antara -1 hingga 3 dBi) menjadikan antena ini hanya untuk komunikasi jarak sangat dekat. Di lingkungan perkotaan dengan banyak penghalang, keterbatasan ini menjadi semakin terasa.

Untuk pemakaian sehari-hari di kantor atau komplek perumahan, antena ini cukup memadai. Namun untuk aktivitas yang membutuhkan kualitas ekstra, pertimbangan upgrade harus segera dilakukan.

Contoh antena ini adalah Motorola PMAE4069 dengan frekuensi UHF 403-450 MHz dan panjang hanya 9 cm. Pemakaian antena ini cocok untuk handy talky Motorola R2, Motorola R5, Motorola R7, dan Motorola XiR P3688. Selain itu, antena ini cocok digunakan untuk HT Motorola XiR P6600i, Motorola XiR P6620i, Motorola XiR P8628i, Motorola XiR P8660i, dan Motorola XiR P8668i.

Antena Whip

Antena Whip hadir sebagai penyempurnaan dari antena stubby dengan mengutamakan performa. Bagian antena ini menggunakan batang logam tunggal yang kaku atau susunan batang telescopic yang dapat ditarik ulur. Panjangnya secara sengaja dibuat mendekati kelipatan pecahan dari panjang gelombang target, seperti: 1/4 atau 5/8 gelombang. Hal ini untuk meminimalisir kehilangan energi dalam proses radiasi.

Antena whip menghadirkan efisiensi dan gain yang lebih tinggi dibandingkan antena stubby. Pemakaian antena ini sangat cocok untuk aktivitas luar ruangan di mana jangkauan jarak menengah menjadi prioritas.

Antena whip 1/4 gelombang menghasilkan pola radiasi yang hampir sempurna dengan sedikit penekanan ke arah atas dengan tegak lurus. Rancangan ini tetap berkualitas meski digunakan dengan bidang pantul yang berbeda-beda dan dapat mempertahankan kualitas pancaran yang stabil di segala kondisi posisi.

Sementara antena 5/8 gelombang dengan gain sekitar 3-4 dBi menghasilkan pola radiasi yang ditekan ke arah langit sehingga cocok untuk komunikasi jarak jauh. Kekurangan antena ini terletak pada ketergantungan yang lebih besar di bidang pantul yang baik untuk mencapai impedansi 50 ohm.

Antena Helikal atau Spiral

Antena helikal menghadirkan solusi unik dengan melilitkan elemen radiasi di dalam selubungnya. Desain spiral ini membuat panjang listrik antena lebih panjang daripada panjang fisiknya. Dengan kata lain, antena helikal dapat bekerja pada frekuensi yang lebih rendah dibandingkan antena whip lurus dengan ukuran yang sama.

Meski demikian, performa luar biasa tersebut memiliki keterbatasan yang perlu diperhatikan. Titik lemahnya ada pada cakupan frekuensi kerja yang jauh lebih sempit daripada jenis antena model lurus standar. Antena ini cocok untuk penggunaan di frekuensi tunggal yang telah ditentukan sebelumnya.

Ciri khas utama antena helikal adalah orientasi gelombang melingkar atau elips yang sangat bergantung pada ukuran diameter serta kerapatan lilitan. Polarisasi ini dapat memberikan keunggulan di lingkungan dengan banyak pantulan, seperti di dalam gedung atau perkotaan karena lebih toleran terhadap orientasi antena.

Pada penggunaan radio satelit amatir, antena helikal dengan orientasi putar kanan merupakan keharusan untuk mereduksi gangguan atenuasi di lapisan ionosfer. Akan tetapi di komunikasi darat konvensional, keunggulan tersebut jarang teramati dan malah memicu redaman sinyal jika orientasi polarisasi tidak sesuai. Contoh antena ini adalah Motorola PMAD4118 yang dapat digunakan untuk radio HT Motorola R7.

Antena Multiband dan Wideband

Berikutnya adalah antena multiband atau wideband yang dibuat untuk beroperasi di lebih dari satu frekuensi, misalnya VHF dan UHF. Prosedur pembuatannya melibatkan pemasangan lilitan kawat khusus, penutup bagian atas kapasitif, serta penerapan desain bentuk fisik yang sangat unik. Struktur ini sengaja dibuat agar satu antena mampu menangkap berbagai jenis gelombang frekuensi melalui jalur aliran listrik yang berbeda.

Kenyamanan untuk berpindah frekuensi tanpa berganti antena adalah keunggulan utama antena ini. Akan tetapi batasan mengenai radiasi elektromagnetik tetap menjadi faktor penentu utama dalam proses pengembangan antena. Pengaturan perangkat untuk bekerja di spektrum yang bervariasi akan memicu terjadinya masalah teknis tertentu.

Efisiensi pada setiap frekuensi biasanya akan sedikit lebih rendah dibandingkan dengan antena single band yang diatur secara khusus untuk satu frekuensi tersebut. Antena jenis ini sangat digemari oleh radio amatir yang memiliki izin untuk beroperasi di berbagai frekuensi.

Antena wideband modern bahkan dapat mencakup rentang dari 100-900 MHz dengan VSWR di bawah 2:1. Namun perlu dicatat bahwa kemampuan tersebut disertai dengan nilai penguatan pancaran yang relatif cukup rendah bagi pengguna profesional. Contoh antena ini adalah Icom FA-S270C dengan frekuensi VHF 144-148 MHz dan UHF 430-450 MHz yang digunakan untuk handy talky Icom IC-T10.

Kesimpulan

Memahami jenis-jenis antena HT serta prinsip desainnya memberikan wawasan luas dalam memaksimalkan performa perangkat komunikasi anda. Mulai dari model standar hingga sistem yang rumit, tiap antena memiliki peruntukan khusus yang didasarkan pada tolak ukur dan kebutuhan operasional.

Pada akhirnya, komunikasi yang jelas adalah hasil pengetahuan teknis dan pemilihan perangkat pendukung yang tepat dimulai dari antena. Dengan memilih antena yang tepat, komunikasi menjadi lebih luas dan dapat diakses dari mana saja.

 

author avatar
Alfredo
Seorang SEO Content Writer di PT. Radio Komunikasi Indonesia. Senang dan sedang belajar lebih banyak tentang dunia SEO.

Leave a Reply