Banyak manfaat memasang radio komunikasi di mobil selain untuk berkomunikasi dengan orang lain misalkan dengan kantor pusat atau masyarakat lainnya yang memiliki perangkat radio. Hal ini sangat membantu para pengendara terutama bagi yang suka berpetualang dan menjelajah berbagai daerah.

Selain berfungsi untuk komunikasi suara, radio komunikasi juga dapat digunakan sebagai perangkat pengirim data. Seperti pada radio-radio digital saat ini, perangkat radio digital mobil ini sudah dilengkapi dengan perangkat GPS dimana mobil yang menggunakan perangkat GPS ini dapat dipantau oleh pemilik dengan jarak jauh. Kelebihan-kelebihan dari perangkat digital ini akan kita bahas pada topik lain. Disini kita akan membahas pemasangan radio komunikasi di mobil. Sebagai toko online radio  komunikasi, radiokomunikasi.com sering mendapat beberapa pertanyaan penting dari orang-orang yang ingin mendapatkan hasil komunikasi antar mobil atau antar radio.
Beberapa tips memasang radio di mobil akan kami bahas dalam artikel ini.

Memilih radio yang paling cocok di mobil:

  1. Pilih antena mobil yang memiliki panjang minimal 5/8 lambda atau 5/8 dari panjang gelombang. Pada radio dua meter, panjang antena yang paling ideal adalah 1-125 centimeter. Mereknya bisa Larsen, Commet dan Daiwa serta Diamond.
  2. Setelah posisi antena sudah dirasa sesuai dan nyaman, ukurlah jarak antara posisi antena dengan posisi radio. Untuk memudahkan saat mengemudi pilihannya sebaiknya ditempatkan di dashboard bagian tengah bawah. Ulur panjang kabel dengan melihat jalur kabel antena yang akan dilewati.
  3. Pilihlah dudukan untuk antena dengan memperhatikan beberapa hal. Misalnya, bagaimana antena jika mobil diparkir di basement, bagaimana antena jika mobil lewat portal, bagaimana antena jika mobil melaju cepat dan lain sebagainya. Pasanglah bracket atau pegangan bodi radio dengan membuat lubang baut di bawah dashboard. Kemudian masukkan radio ke bracketnya dan kencangkan baut penguncinya dengan baik.
  4. Rata-rata kebutuhan kabel antena untuk mobil antara 4-5 meter. Usahakan sisa kabel tidak digulung, tapi sebaiknya dibiarkan terurai panjang di kolong dashboard.
  5. Perhatikan setiap alur kabel antena untuk menghindari noise. Beberapa pengemudi biasanya memasang kabel ground dari bonggol antena menuju chasis body di kolong. Untuk kabel power masukkanlah kabel hitam dan merah menembus rewall mesin agar menjangkau lokasi baterai. Tempatkan kabel agar rapi dan aman, jangan sampai terjepit karena sangat berbahaya dan bahkan dapat terjadi arus pendek jika kabel positif terjepit dan terkelupas.
  6. Sebaiknya pasang sekering untuk audio mobil untuk pengamannya di dekat baterai. Pasang juga klem terminal untuk kabel listik pada ujung kabel merah dan hitam yang di dalam kabin. Jika sewaktu-waktu kita ingin melepas radio dari kendaraan, kita cukup melepas kabel power radio dari terminal ini, tanpa harus membongkar keseluruhan kabel power.
  7. Sambungkan kabel power ke aki, jangan sampai terbalik memasang kutub-kutubnya. Kemudian pasangkan antena di connectornya masing-masing, masukkan connector kabel antena ke connector yang di pesawat radio, kencangkan mur penguncinya.
  8. Periksalah sekali lagi pemasangan kabel untuk uji coba. Hidupkan pesawat radio lalu cari frekuensi dimana ada orang yang berbicara. Kemudian perhatikan signal penerima apakah cukup kuat dan seimbang. Cobalah masuk dan minta report dari lawan bicara bagaimana penerimaan dan kualitas suara kita diterima.
  9. Untuk memastikan bahwa antena dan daya pancar radio telah sempurna, sebaiknya diukur dengan SWR (Standing Wave Ratio). Pengukuran ini dapat kita lakukan sendiri dengan memasang SWR meter diantara radio dan antena.